navigate_beforeDetil Spesifik

Manajemen non-Bedah pada Nodul Tiroid

No image available for this title

Ketersediaan

Kode EksemplarNo. PanggilTipe KoleksiLokasiStatus Eksemplar
A17012FKA17012FKArtikel JurnalPerpustakaan FKUITersedia

Tautan: Tidak tersedia.

Studi epidemiologi memperlihatkan nodul tiroid yang teraba cukup sering
ditemukan di populasi umum, berkisar 4-7%. Sementara nodul yang ditemukan secara
kebetulan atau insidental saat dilakukan autopsi cukup tinggi, berkisar 20-65%, kurang
lebih serupa dengan nodul yang ditemukan dengan ultrasonografi (USG). Penting
diketahui, pada nodul tiroid tunggal secara palpasi, ternyata pada pemeriksaan USG, 20-
48% diantaranya juga ditemukan nodul lain.1,2,3 Nodul tiroid lebih sering ditemukan pada
wanita, dengan rasio wanita dibanding pria antara 1.2:1 hingga 4.3:1, dan meningkat pada
berbagai keadaan seperti bertambahnya usia, riwayat paparan radiasi dan tempat asal
dengan defisiensi yodium.2,3
Nodul tiroid, khususnya nodul tiroid jinak, sampai saat ini masih merupakan salah
satu penyakit di bidang tiroid yang pengelolaannya belum memberikan hasil memuaskan.
Pada nodul tiroid ganas atau meskipun hasil sitologi jinak, tetapi bila telah atau
berpotensi mengganggu secara mekanik ke jaringan sekitarnya, maka tindakan bedah
merupakan pilihan terbaik.4 Sementara jika didapatkan nodul jinak, ada beberapa pilihan
terapi, yaitu mulai dari observasi saja, dan terapi supresi TSH dengan L thyroxin, hingga
tindakan invasif minimal seperti percutanous ethanol injection therapy (PEIT),
radioactive 131I (RAI), ultrasound-guided percutaneous laser ablation (PLA),
percutaneous thermal procedures seperti radiofrequency ablation (RFA), microwave
ablation (MWA) dan high-intensity focused US (HIFU) ablation. 3,5,6 Terapi invasif
minimal pada nodul tiroid ini membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta
ketrampilan khusus.
Menentukan terapi pada nodul jinak ini penting dilakukan dengan
mempertimbangkan manfaat dan efek samping yang bisa timbul. Oleh karena itu pada
fasilitas kesehatan yang belum memiliki sarana tersebut, pendekatan observasional atau
terapi supresi TSH masih menjadi salah satu pilihan.

Informasi Detil

Judul Seri

-

No. Panggil

A17012FK

Penerbit

: .,

Deskripsi Fisik

-

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

A17012FK

 
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Subyek

-

Info Detil Spesifik

Artikel Jurnal

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain
Komentar

search

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subyek



Advanced Search

Masukan judul koleksi

  • SEARCHING...

Masukan pengarang koleksi

  • SEARCHING...

Masukan subjek koleksi

Masukan ISBN/ISSN koleksi