navigate_beforeDetil Spesifik

KEUNIKAN RESEPTOR ESTROGEN PADA ENDOMETRIOSIS

No image available for this title

Ketersediaan

Kode EksemplarNo. PanggilTipe KoleksiLokasiStatus Eksemplar
A20001FKA20001FKArtikel JurnalPerpustakaan FKUITersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Estrogen, suatu kelas hormon steroid, mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologi sistem reproduksi manusia. Estrogen juga terlibat dalam sistem neuroendokrin, rangka, adipogenesis, dan kardiovaskular (Lee 2012). Estrogen merupakan hormon seks penting dihasilkan terutama dari ovarium dan testis. Biologi estrogen sangat kompleks dan penting dalam perkembangan dan fungsi berbagai jaringan dan fenomena fisiologis. Simmen dan Kelley (2016) menjelaskan bahwa estrogen adalah mediator kunci utama homeostasis endometrium, disregulasi sintesis, metabolisme, dan aktivitasnya mengarah ke berbagai patologi endometrium. Fungsi fisiologis senyawa estrogenik dimodulasi sebagian besar oleh reseptor estrogen.
Reseptor Estrogen (ER) merupakan faktor transkripsi yang terlibat dalam beberapa proses biologis seperti pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi sel termasuk fungsi penting dalam regulasi system reproduksi dan saraf sentral, terutama kelenjar mammae, dan jaringan tulang. Reseptor esrogen juga target penting untuk perlakuan osteoporosis, kanker payudara dan uterus (Souza 2017). Reseptor estrogen (ER) adalah faktor transkripsi intraseluler menginduksi ligan yang memediasi sebagian besar efek biologis estrogen pada tingkat regulasi gen. Dalam nukleus, ER mengatur ekspresi gen target, berinteraksi melalui sekuen DNA spesifik, dengan protein lain yang berkorelasi meliputi koaktivator dan korepressor (Paterni 2014). ER terikat ligan berikatan sebagai homodimer pada sekuen DNA tertentu, elemen respon estrogen (ERE) dan mengatur transkripsi melalui interaksi dengan modulator transkripsi dan merekrut mesin transkripsi (Paulo,2016). Beberapa isoform ERβ dalam aktivitas estrogen; ERβ1, ERβ2 dan ERβ5.36-41 ERβ1 adalah wild-type, mempunyai helix 12 dan 11 dengan panjang secara utuh yang diasumsikan mendukung posisi agonis, cenderung membentuk heterodimer dengan isoform lain. Sedangkan ERβ2, ERβ4 dan ERβ5 tidak membentuk homodimer (ERβ- ERβ) di bawah stimulasi estrogen.
Struktur dan peran ER

Reseptor Estrogen (ER) terdiri dari subtype : ERα dan ERβ, dikode oleh gen dan kromosom yang berbeda (White et al., 1987; Kuiper et al., 1996). Struktur primer dan organisasi modular dari kedua subtype ER serupa. Gen ERα manusia berlokasi pada kromosome 6 dan ERβ pada kromosome 14. Protein ERα terdiri dari 595 residu asam amino, berat molekul 66 kDa dan protein ERβ 530 residu asam amino, berat molekul 54 kDa (Lee 2012). Homologi ERα dan ERβ pada domain pengikat DNA (94%) dan ligan (59%) (Simmen dan Kelley 2016), ikatan pada domain ER ini memungkinkan protein untuk mengikat estrogen dengan afinitas yang sama dan mengatur transkripsi dari gen yang responsif ER. Sinyal Estrogen distimulasi atau dihambat secara selektif tergantung keseimbangan aktivitas antara ERα dan ERβ pada organ target (Lee 2012).

Informasi Detil

Judul Seri

-

No. Panggil

A20001FK

Penerbit

FMIPA UI : Depok.,

Deskripsi Fisik

-

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

A20001FK

 
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

Artikel Jurnal

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain
Komentar

search

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subyek



Advanced Search

Masukan judul koleksi

  • SEARCHING...

Masukan pengarang koleksi

  • SEARCHING...

Masukan subjek koleksi

Masukan ISBN/ISSN koleksi